Usulan ini menerima honorable mention dalam Sayembara Arsitektur untuk Pengembangan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 2007, yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan IAI Jakarta.
Dengan mempertahankan dan menggunakan kembali sebagian besar dari kerangka struktural dari dua bangunan utama dan bagian penting dari planetarium, arsitek menambahkan lapisan atap-atap hijau yang membentuk ruang-ruang lobby, menghubungkan galeri-galeri dan ruang-ruang pertunjukan.
Dengan cara yang sama, arsitek tidak membuat basemen yang akan menebang pohon-pohon yang ada, melainkan mengusulkan atap hijau di atasnya, dan membuat bukaan-bukaan besar untuk pohon-pohon yang ada. Bukaan-bukaan itu sebagian juga berfungsi sebagai akses dari ruang parkir ke lantai atap. Melalui bukaan-bukaan itu juga cahaya alami masuk ke dalam ruang parkir.
Lantai atap hijau tersebut dibuat melandai ke permukaan tanah, membentuk peralihan yang berangsur-angsur dan berkesinambungan dari atap ke plaza.
This proposal received a honorable mention in the 2007 Architectural Design Competition for the Expansion of the Taman Ismail Marzuki Art and Cultural Center held by Indonesian Institute of Architects and Provincial Government of DKI Jakarta
While maintaining and reusing most of the structural frame of two main buildings and the essential part of the planetarium, the architect appended overlays of sloping green roofs; and create lobbies, connecting galleries, and performing hall under these new roofs
Similarly, instead of providing basement for the parking, which will displace a number of trees, the architect proposed to add a green roof deck over the existing parking yard, and put large openings around the existing trees. Some of the openings are also the access from the parking to the roof deck. Through these openings the natural light enter the parking area.
The deck slopes down to the ground level to create a gentle transition, and make the deck as a continuous part of the plaza.
