Rumah kecil seluas 100m2 (interior) merupakan proyek renovasi dengan anggaran terbatas.
Rancangan bangunan dibuat sederhana dan polos, dengan mengurangi variasi warna menjadi hanya warna putih dan tekstur kayu, dan mengurangi elemen-elemen yang tidak esensial.
Bidang-bidang berpori dari metal berlubang menjadi bagian yang menonjol menggantikan jendela konvensional, yang dapat mencegah masuknya nyamuk dan serangga lain, pada saat yang sama memungkinkan cahaya alami dan aliran udara memenuhi semua ruangan dalam rumah ini, sehingga pada siang hari semua ruangan cukup berfungsi dan nyaman walaupun tanpa energi tak-terbaharukan.
Halaman dalam (innercourt) dengan lantai kayu sebagai sumber cahaya juga menjadi perluasan dari ruang interior. Pafon yang tinggi memberi pengalamanan spasial yang lebih bervariasi dan membuat rumah kecil terasa cukup luas.
The small house of 100m2 (interior) is a refurbishment project with a limited budget.
The building is made simple and plain, by reducing the color variation to only white and wood texture, and reducing all elements that are not essential.
The porous planes of the perforated metal are the prominent part replacing the conventional glass windows, that prevent mosquitoes from entering the house, at the same time allowing natural light and airflow to fill all the rooms, so that during the day all rooms are functional and comfortable without non-renewable energy.
The innercourt with wooden deck functions as a lightwell as well as an extension of the interior space. The high ceilings provide a more varied spatial experience and make a small house feel spacious.
