Project Info

Client/Owner

PT Trikarya Idea Sakti/ Jakarta Provincial Government

Design Date

2016

Contruction Date

unbuilt

Architect

Hasan Halim, IAI


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/h4s4nh/public_html/wp-content/themes/structurepress-pt-child/single-portfolio.php on line 119
[ English ] [ English ]

Pemenang pertama Sayembara Arsitektur untuk Penataan kawasan pasar Baru, diselenggarakan oleh PT Trikarya Idea Sakti dan IAI Jakarta, 2014

Penerima Pengakuan Rancangan Tidak Terbangun dalam Penghargaaan IAI Jakarta 2015.


Pasar Baru adalah pusat perbelanjaan tertua di Jakarta, yang dibangun pada tahun 1820. Toko-toko di Passer Baroe dibangun dengan gaya arsitektur Tiongkok dan kemudian Eropa. Kawasan ini segera berkembang dan merupakan melting pot dari para pemilik toko-toko dan pengunjung dari bermacam-macam latar belakang dan budaya di kota Batavia. Namun kemudian kawasan mengalami degradasi yang terus berlangsung sampai saat ini.

Usulan ini diajukan untuk meningkatkan kualitas kawasan, tidak hanya mengembalikan daya tarik budaya dan sejarah, melainkan juga menjadi salah satu tujuan wisata sejarah, budaya, kuliner, dan fashion kota Jakarta yang menarik dan menjadi bagian ruang publik kota yang membanggakan

Skema ini mengajukan penataan dengan pendekatan kontemporer, sekaligus mengambil inspriasi dari kota Weltevreden, yaitu nama untuk kawasan Batavia di mana pasar baru merupakan bagiannya, yang berkembang sejak awal abad 19 dan mencapai masa keemasannya pada dekade-dekade awal abad 20.

Usulan ini mencakup pedestrianisasi koridor jalan Pasar Baru dan menjadikannya ruang aktivitas segala cuaca dengan memasang canopy dari struktur membran tarik (tensile membrane). Jalan Antara dikembangkan dengan menonjolkan suasana promenade sepanjang kanal yang menjadi ciri Weltevreden serta penerapan konsep jalan bersama (shared street) yang mengutamakan pejalan kaki dan aktivitas warga dalam ruang jalan, dengan pembatasan  kecepatan dan jalur kendaraan bermotor. Perancangan mencakup perkerasan (pavement), perabot jalan (street furniture), lansekap, dan utilitas.

[ Bahasa Indonesia ]

First winner of the Architectural Design Competition for Pasar Baru Area  Revitalization, held by PT Trikarya Idea Sakti and the Indonesian Institute of Architects Jakarta Chapter, 2014.

2015 IAI Jakarta Awards – Acknowledgement of Unbuilt Design


Pasar Baru is the oldest shopping street  in Jakarta, built in 1820, with buildings first built in traditional Chinese and then European architectural styles. This area soon developed and was the melting point of shopkeepers and visitors from various backgrounds and cultures in the city of Batavia. But then the quality of the area was degraded due to uncontrolled development.

 

This proposal suggests the quality improvement, not only to restore cultural and historical appeal, but also to become one of the historical, cultural, fashion and culinary destinations in Jakarta, as well as a great public space in the city.

 

This scheme proposes a contemporary approach inspired by the old city of Weltevreden – the name of the area of Batavia where Pasar Baru is a part of it– which developed since the early 19th century and reached its golden age in the early decades of the 20th century.

 

This proposal includes the pedestrianization of the central corridor (Jl Pasar Baru) as a place for all-weather activities, shaded with tensile membrane structure canopies.

 

The canal side road (Jl.  Antara) is transformed into a “shared-street” that prioritizes pedestrians and community activities in the road spaces, with space and speed limitation for motor vehicles. The 340m-long promenade, 450 mm elevated from the street level, was designed as a embankment to increase canal capacity, at the same time, creates an attractive space for the river-side experience, with benches, “sunken” seatings, steps, and ramp for a wheelchair users.