Project Info

Location

Jakarta, Indonesia

Client/Owner

PT Sinar Sosro-Grup Rekso/ The Jakarta Provincial Government

Site

16.600 m2

Floor

2.990 m2

Design Date

2013

Completion

2014

Architect

Hasan Halim, IAI

Consultants

Oemardi Zain Landscape Consultant (landscape), Suryadi, HAKI (structural), Handyana Gandha PT Adhiciota Prajawidya (MEP)


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/h4s4nh/public_html/wp-content/themes/structurepress-pt-child/single-portfolio.php on line 119
[ English ] [ English ]

Karya ini mendapat nominasi dalam Penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta 2015


Lenggang Jakarta (Monas) adalah rencana pemerintah yang didukung mitra swasta melalui program CSR untuk merevitalisasi pusat pedagang kaki lima yang kumuh.

Untuk mengadakan bangunan yang ekonomis guna menampung 125 pedangang kuliner dan 210 kios pedagang kaos dan cinderamata, Arsitek Hasan Halim mengusulkan rancangan bangunan sederhana, terbuka, berkesan ringan dan langsing agar sesuai dengan konteks taman.

Untuk melestarikan pohon-pohon yang sudah ada, bangunan dirancang dalam beberapa blok terpisah yang saling terhubung. Ruang-ruang antar blok membentuk halaman dengan pohon-pohon yang sudah ada. Bangunan dibuat berorientasi ke tugu Monas sedemikian rupa, sehingga puncak tugu dapat terlihat dari ruang-ruang makan.

Dua rumah betawi yang mengambil ciri tradional menjadi bagian yang menonjol di depan latar belakang bangunan kontemporer yang sederhana, polos, putih, dan geometris.

________________________________________

Video on this project: https://youtu.be/w_vQekX-6G4

 

[ Bahasa Indonesia ]

Nominee, the Indonesian Institute of Architects (IAI) Jakarta Awards.


The Lenggang Jakarta project is a privately sponsored public program to upgrade and to revitalize the existing hawker center.

To provide a low-cost building to accommodate 129 food vendors and 210 stalls selling clothes and souvenirs , Hasan Halim Architects designed a transparent, open, lightweight, slim, and simple building that is suitable to fit in the landscape of the park.

To preserve the existing trees, building is broken into several connected blocks and corridors. Spaces between the blocks form open courtyards around the trees. The building masses are oriented to the National Monument, so the monument can be seen from the dining areas.

Two “Betawi houses” which adopt the local tradition act as feature that contrasts with the contemporary, plain, geometric background of main building blocks.