Pada malam hari, puncak bangunan menampilkan 3 nyala api dari Suluh, yang melambangkan falsafah Trisakti, nama dari universitas yang diberikan oleh Bung Karno.
Komposisi 3×3 bidang sembilan aplikasi dari Trikrama, nilai luhur dari Universitas Trisakti.
Komposisi bidang dengan sudut kemiringan menciptakan celah-celah yang ditembusi oleh pohon dan tanaman rambat melintasi lapisan antar lantai menjadikan lingkungan hijau biofilik (biophilic).
Ruang-ruang yang tercipta menjadi ruang baca perpustakaan dan breakout space untuk kantor penuh
Bidang-bidang penahan sinar matahari terbuat dari LVL kayu cepat tumbuh sengon sebagai bahan penympan karbon, bersertifikat FSC, tahan api kelas B-s2, d0, dengan perlakuan tahan air.
At night, the top of the building displays three flames from a torch (suluh), symbolizing the Trisakti philosophy, the name given to the university by President Sukarno.
The 3×3 plane composition signifies the nine applications of Trikrama, the virtuous values of Trisakti University.
The composition of the planes with slanted angles creates gaps penetrated by trees and vines throughout the inter-floor layers, creating a biophilic atmosphere.
The resulting spaces serve as a library reading room and breakout spaces for offices.
The sun-shades are made of LVL from fast-growing sengon wood, which is a carbon storage material. The wood is FSC-certified, fire-resistant class B-s2, d0, and water-resistant.
