
Semua fungsi penting area dan semua lahan terhubung secara terpadu dapat dicapai dengan kursi roda dan terlindung dalam segala cuaca.
Lahan dirancang terintegrasi dengan topografi yang ada dengan pola lengkung organik sebagai “lanjutan” dari lengkungan lahan dan ramp persimpangan jalan yang melingkar. Pola ini juga terinspirasi bentuk lengkung garis tidak terputus dalam ragam hias Dayak.
Bangunan utama SHMS/ visitor center dalam bentuk “rumah panggung” dengan bentuk abstrak dari kapal, Bentuk kapal merupakan tanda tradisi maritim dan mengingatkan pada kapal/ jung Gusti Lekar. Bangunan dilengkapi dengan secondary skin sebagai penangkal panas matahari dalam bentuk ornamen Melayu.
All land parcels and all main functions are interconnected with wheelchair-accessible and sheltered walkways.
The land is designed to integrate with the existing topography, with an organic curved pattern that “continues” the curved land and the circular road intersection ramp. This pattern is also inspired by the continuous curved lines of Dayak decorative arts.
The main building of the SHMS/visitor center is a “stilt house” with an abstract ship-like shape. The ship’s shape is a symbol of maritime tradition and reminiscent of the Gusti Lekar ship/junk. The building is equipped with a secondary skin to protect against solar heat, featuring Malay ornaments.
