Project Info

Location

Jakarta

Architect

AR. Hasan Halim, IAI


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/h4s4nh/public_html/wp-content/themes/structurepress-pt-child/single-portfolio.php on line 119
[ English ] [ English ]

Pemenang Kedua
Sayembara Desain Reklame Gerbang Wisata Kuliner Jakarta 2025
Lokasi Pecenongan
Diselenggarakan oleh Badan Pengelola Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta – Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta
——–

Gerbang Kembang Kelape, terdiri dari pelengkung (arch) parabolik dengan mahkota kembang kelape di puncaknya, merupakan interpretasi kontemporer atas ikon trandisional.

Mahkota kembang kelape terdiri dari 80 tangkai dengan 498 tajuk kembang untuk menandai 498 tahun Jakarta untuk 80 tahun Republik Indonesia . Tajuk atau kuntum kembang dibuat dari kepingan aluminium tipis yang dipasang secara longgar pada tangkai, sehinga akan bergerak bila tertiup angin, dan menciptakan efek kelap-kelip pantulan cahaya langit pada siang hari, dan kelap-kelip pantulan cahaya lampu pada malam hari.

Gerbangnya sendiri dibangun dengan sepasang pelengkung (arch) parabolik dari baja profil WF dilengkungkan atau dibuat dalam bentuk welded beam. Pelengkung baja dibuat semata-mata dari elemen struktural tanpa penutup (cladding) untuk menampakkan estetika teknis “engineering aesthetics”.
Sepasang pelengkung tersebut dipasang melebar ke atas, untuk menciptakan ” ketegangan” dan sekaligus memberi efek 3 dimensi yang lebih intens. Bagian yang kecil di bagian bawah juga untuk menyesuaikan dengan ruang yang sempit (mempertimbangkan ruang sirkulasi ke toko/ restoran di samping gerbang). Bentuk struktur pelengkung cocok untuk bentang lebar momen lentur dikonversi menjadi gaya nomal. Akibat beban merata penuh pelengkung akan memikul beban dalam bentuk gaya normal.

Warna kuning kari dipilih sebagai warna yang merangsang selera makan, dan warna yang bersemangat dan tampil secara menyolok.

 

[ Bahasa Indonesia ]

Second Place Winner of the Gateway Design Competition for the Culinary Tourism Precinct
Organized by the Jakarta Provincial Regional Asset Management Agency – the Indonesian Institute of Architects – Jakarta Chapter
———

The Kembang Kelape (Coconut Flowers) is a contemporary interpretation of the traditional icon. The Gate consists of a parabolic arch topped with a crown of coconut flowers.

The crown consists of 80 stems with 498 flower to commemorate the 498th anniversary of Jakarta and the 80th anniversary of the Republic of Indonesia. The flower buds, are made of thin aluminum sheets loosely attached to the stems, so they move in the wind, creating a twinkling effect reflecting the skylight during the day and of the artificial lights at night.

The gate itself is constructed with a pair of parabolic arches made of curved WF steel profiles or welded beams. The steel arches are constructed solely of structural elements without cladding, to emphasize engineering aesthetics.
The pair of arches widens upwards to create tension and a more intense three-dimensional effect. The narrow section at the bottom also accommodates the limited space (considering the circulation space to the shops/restaurants next to the gate). The parabolic arch shape is structurally suitable for wide spans, as bending moments are converted to normal forces.

Curry yellow was chosen as an appetite-stimulating, vibrant, and striking color.